Edward's Timeline

Blitar Trip : Wisata Edukasi Kampung Coklat

Yap, setelah puas jalan-jalan di Pantai Tambakrejo, destinasi kedua liburan kemarin adalah Wisata Edukasi Kampung Coklat atau biasa disebut Kampung Coklat. Kampung Cokelat ini berada di Jl. Banteng – Blorok No. 18 RT. 01 / RW. 06, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar. Sebenarnya saya sedikit rancu apakah ejaan yang di gunakan oleh tempat ini sudah benar ? karena setahu saya ejaan yang benar adalah “cokelat” dan setelah saya cek di http://kbbi.web.id/ pun kosa kata “coklat” tidak ditemukan. Atau bisa saja tempat ini memiliki branding demikian. Yang menarik dari Kampung Coklat ini adalah kita tidak hanya disugukan oleh berbagai olahan cokelat, tetapi kita dapat menikmati suasana dan sekaligus belajar bagaimana cokelat di lestarikan. Di sepanjang jalan gerbang masuk, kalian dapat melihat berbagai poster mengenai sejarah perkembangan cokelat di dunia. Di muka gerbang terdapat toko souvenir yang menjual berbagai oleh-oleh baik olahan cokelat ataupun cinderamata.

Sebelum memasuki kawasan wisata, kita harus membayar tiket masuk terlebih dahulu sebesar 5 ribu saja. Setelah masuk kami cukup kaget karena didalam sangat penuh sekali pengunjung. Mungkin yang menjadi faktor adalah kami berkunjung di hari libur, tentu saja hal ini yang menyebabkan pengunjung sangat ramai. Awal masuk kami melihat berbagai tempat peristirahatan dimana kita dapat bersantai dan menikmati berbagai hidangan olahan cokelat. Selain itu terdapat terapi ikan ala fish spa di kolam kecil yang terdapat disana. Lumayan-lah untuk mencoba gratis :D.

Untuk langkah awal, kami mencoba olahan unik yang belum pernah kami coba sebelumnya, yaitu mie cokelat seharga 7 ribu. Bentuknya seperti mie pangsit, namun mie yang digunakan adalah mie buatan sendiri yang menggunakan kandungan cokelat, terlihat dari warnanya. Untuk rasa, jujur saja itu bukan selera saya, karena saya pikir bumbu yang digunakan kurang, sehingga rasanya cenderung hambar, tapi okelah untuk menutupi rasa penasaran.

Selain makan mie cokelat kami memesan es cokelat. Untuk es cokelat ini baru kali dapat menikmatinya. Terdapat 2 varian, es cokelat original dan es cokelat stroberi. Dengan harga 5 ribu untuk es cokelat original dan 7 ribu untuk es cokelat stroberi, rasa yang ditawarkan lebih nikmat ketimbang milk shake ala cafe di Malang yang harganya bisa mencapa belasan ribu. Selain itu saya juga mencicipi es krim cokelat yang rasanya juga nikmat dan lembut. Dengan rasa yang tidak terlalu manis, kandungan cokelat asli, dan tekstur yang lembut, saya lebih kepincut es krim cokelat ini dari pada es krim ala McD. Ada juga popcorn cokelat hingga bibit cokelat yang dijual 2 ribu saja per polybag. Ada sih kemauan untuk beli bibit cokelat tersebut, tapi setelah dipikir-pikir saya ndak mungkin juga beli satu atau dua bibit. Belum lagi kalau nanti berbuah saya juga tidak bisa mengolah biji cokelat tersebut karena pengolahan biji cokelat sendiri juga memerlukan proses yang tidak mudah. Mending kalau saya pingin lagi, jadi ada alasan untuk kembali ke tempat ini.


Di akhir kunjungan, kami mampir ke tempat oleh-oleh. Sebagai ibu yang sigap, mama dengan lincah memborong oleh-oleh unik mulai dari cokelat batang, ting-ting cokelat, sampai cokelat bubuk yang katanya mau diolah untuk cokelat panas di rumah pun berhasil di borong. Untuk harga juga tidak terlalu mahal loh. Seperti cokelat bubuk, yang biasanya mama saya beli 100rg harganya sekitar 10 ribu, disini hanya dengan 40 ribu, kalian bisa dapat cokelat bubuk 1 kg. Murah juga bukan ?! Dan sebelum pulang akhirnya kami memesan es cokelat kembali untuk dinikmati di perjalanan pulang 😀